0



            Proses terbentuknya planet bumi tidak dapat dipisahkan dengan sejarah terbentuknya tata surya. Hal ini dikarenakan bumi merupakan salah satu anggota keluarga matahari, di samping planet-planet lain, komet, asteroid, dan meteor. Bahkan para ilmuan memperkirakan bahwa matahari terbentuk terlebih dahulu, sedangkan planet-planet masih dalm wujud awan debu dan gas kosmis yang disebut nebula berputar mengelilingi matahari. Awan, debu, dan gas kosmis tersebut terus beputar dan akhirnya saling bersatu karena pengaruh gravitasi, kemudan mengelompokan membentuk bulatan-bulatan bola besar yang disebut planet, termasuk planet bumi.


            Dari proses tersebut, kita memperoleh gambaran bahwa sistem tata suya berasal dari massa gas (kabut gas atau nebula) yang bercahaya dan berputar perlahan-lahan. Massa gas tersebut secara berangsur-angsur mendingin, mengecil, dan mendekati bentuk bola. Karena massa gas itu berotasi dengan kecepatan yang makin lama semakin tinggi, pada bagian khatulistiwa (ekuatornya) yang endapat gaya sentrifugal paling besar, sehingga massa tersebut menggelembung. Akhirnya dari bagian yang menggelembung tersebut ada bagian yang terlepas (terlempar) dan membentuk bola-bola pijar dengan ukuran berbeda satu sama lain.


            Massa gas induk tersebut akhirnya menjadi matahari, sedangkan bola-bola kecil yang terlepas dari massa induknya mendingin menjadi planet, termasuk bumi kita. Pada sat terlepas dari massa induknya, planet-planet anggota tata surya masih merupakan bola pjar dengan suhu sangat tinggi. Karena lanet berotasi, maka ada bagian tubuhnya yang terlepas dan berotsi sambil beredar mengelilingi planet tersebut. Benda tersebut selanjutnya dinamakan bulan (satelit alam).


Post a Comment

 
Top