0



Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila buni berada diantara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama., sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalang oleh bumi.


Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 50, maka tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan.


 Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buat titik potong yang disebut node, yaitu titik dimana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29, 53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana matahari dengan bumi.



Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun cokelat. Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.

Post a Comment

 
Top